Minggu, 07 Agustus 2011

Menjiplak = Plagiarism

Tujuan utama dari pendidikan adalah melatih peserta didik untuk mampu menguasai bidang ilmunya. Salah satu wujud dari penguasaan bidang ilmu adalah adanya kemampuan mengungkapkan pandangan dan pendapat pribadi berkaitan dengan suatu tema tertentu. Karenanya, bila seorang peserta didik menjiplak pandangan orang lain, maka peserta didik tersebut telah gagal dalam belajarnya.
Hal ini dapat diatasi dengan menggunakan pandangan orang lain sebagai landasan dalam berpendapat, baik itu mendukung maupun menolak gagasan orang lain dalam satu tema tertentu. Pengutipan dapat/perlu dilakukan mengingat dalam segala hal di dunia ini tidak ada sesuatu yang benar-benar baru. Apapun yang ada saat ini pernah ada dahulu, demikian juga pendapat yang kita akan ungkapkan bisa jadi pernah ada orang yang telah memikirkannya sebelum kita. Karena itu, rumus paling jitu untuk tidak menjiplak adalah KEJUJURAN. Katakanlah dengan jujur bahwa pandangan yang kita gunakan bukanlah pandangan kita sendiri, dan kemudian kita dapat menegaskan pandangan kita pribadi (yang terbentuk berdasarkan banyak pandangan), dengan menyetujui atau menolak pandangan orang lain.
Salah satu tujuan pendidikan di Indonesia adalah pendidikan moral. Melalui pendidikan yang diterimanya, setiap peserta didik diharapkan pada akhirnya akan memiliki akhlak mulia (godly character). Karena itu, sebagai salah satu bentuk akhlak mulia, kejujuran haruslah dijunjung tinggi, untuk mencapai hasil pendidikan yang diharapkan. Konsekuensinya, semua pelajaran yang saya ampu tidak mentolerir penjiplakan, akibat dari menjiplak adalah kegagalan dalam mata kuliah yang ambil. Belajarlah dengan tekun dan hiduplah dalam ketulusan dengan jujur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.